Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tak Terlupa

Kun Fayakun?

Dulu aku kira semua hal bisa diubah di dunia ini. Katanya nggak ada yang mustahil kan Katanya kun fayakun Tapi untuk beberapa waktu ini aku mulai tidak setuju tentang itu Ada hal yang tidak bisa diubah Sebesar apapun usaha, tak ada yang bisa mengubahnya. Ada yang bilang lagi butuh waktu untuk membuat sebuah perubahan Tapi adakah patokan seberapa lama menunggu dan berusaha? Apakah butuh waktu seumur hidup? Itu tidak adil menurutku. Banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan lebih dari menunggu perubahan itu terjadi. Dulu aku kira semua hal tak ada yang tidak mungkin Ada yang bilang jika kita fokus pada satu tujuan maka seluruh energi alam akan membantumu Rasanya itu seperti sihir yang bisa membuat siapapun yang mendengarnya kembali bersemangat setelah kecewa Katanya tidak ada usaha yang sia-sia. Namun ini apa? Aku merasakan hal yang ingin sekali aku hindari. Aku telah berharap banyak jika ini bisa berubah menjadi lebih baik. Aku kecewa ...

Untukmu yang pernah memenuhi relungku

Kalau mengingat masa ketika kau dan aku masih menjadi kita, rasanya unik ya? Berawal dari perkenalan yang ‘terpaksa’, kebetulan kepindahanku di kota ini Tuhan menempatkanku bersebelahan dengan rumahmu. Tahun pertama dan kedua kita sama sekali tidak menunjukkan hal lebih dari sekedar tetangga. Bertemu pun jarang. Kau sibuk dengan duniamu, begitu pun aku. Memasuki Januari tahun ketigaku di kota ini, entah bagaimana kau dan aku mulai intens ‘chat-chatan’ yang tadinya hanya sekedar basa-basi sampai ke arah gombalan andalanmu. Yang tadinya kita hanya berpapasan di gang rumah, berganti menjadi hang out bareng dan itu sering. Bukankah cinta itu berawal dari sebuah pertemanan? Sesingkat itu kita terbentuk. Bermodalkan visi dan misi yang sama, kita menjalani hubungan yang lebih dari sekedar teman.  Cinta itu harusnya bahagia, bila tidak bahagia mungkin salah pilih Cukuplah setahun kau dan aku menjadi kita. Cukup banyak rasa yang kudapat bukanlah bahagia. C...

Keluargaku dulu :) Kilas balik "L"

2 November 2015 Tak terasa aku telah mencapai usia yang sudah bukan usia anak-anak lagi. Sebentar lagi aku akan memasuki masa dimana bukan lagi mengurusi hal-hal yang telah terlewat. Mulai dari ini aku ingin melepaskan semua perasaan yang masih terganjal. Beban yang sebelumnya belum pernah aku bagi pada siapapun. Sekitar bulan Oktober 2010. Siang itu tepatnya hari Jumat sekitar jam 12 siang. Ibuku memanggil dari arah kamar tidurnya. Aku datang. Dia kemudian memintaku untuk membuka hp Ayahku. Setelah aku buka kemudian aku tinggalkan dia tanpa ada rasa curiga sedikit pun. Beberapa menit kemudian kembali Ibu memanggilku tapi kali ini dengan nada yang tak bisa aku artikan. “Yul, coba lihat ini. Bapakmu selingkuh sama Katarina. Pantas selama ini hp selalu dibawa kemana-mana. Ke kamar mandi pun dibawa, takut kalau ketahuan sama Ibu” (tentunya dengan nada yang semakin meninggi dan diiringi mata ibuku yang mulai berkaca-kaca) | (Aku saat itu masih duduk dikelas 1 SMA, sebag...

Doa aneh untuk malaikatku :)

Sebagian orang yang katanya lagi sedang dimabuk cinta atau apalah namanya, pasti doanya hanya satu, yaitu agar bisa berjodoh dengan orang pilihannya. Sepertinya iya. Hampir semua. Mungkin? Kalau dibilang aku tidak sayang pada malaikatku, terserahlah. Mungkin tak salah kau bilang seperti itu. Kebanyakan, orang yang katanya sayang terlihat mengejar dan berusaha agar bisa bersatu. Tapi aku? Haha, aku tidak usaha? Aku usaha kok. Aku tidak bermaksud menjadi manusia yang susah untuk dimengerti. Aku hanya mengikuti apa yang aku rasakan. Aku juga tidak bermaksud dikasihani olehmu. Terkadang, rasa sayang itu tidak harus menjadi peran di depan layar kan? Tak harus aku menyayangimu seperti orang kebanyakan. Biarlah aku berjuang menyayangimu dengan peranku sendiri. Mungkin ini memang sudah jatahku dari Sang Sutradara Semesta. Mungkin memang aku harus menyayangimu dengan cara seperti ini. Kenyataannya, hari itu... Ingat, saat kita hujan-hujanan ke kampusku, mencari jus untuk buka pu...

Secuil kisah ku dengan dia si T.Mesin

Ini adalah penggalan dari beberapa kalimatku untuk Rio. Aku mengingatnya bukan berarti merindukannya. Hanya saja aku ingin mengenangnya sebagai salah satu kepingan di hidupku agar tak menguap sia-sia.   Awal Januari 2015 aku menghampiri kos mu dan menitipkan lembaran yang berjumlah 32 lembar ini kepada seorang temanmu   untukmu orang yang kemarin telah aku perjuangkan Aku bingung jika ingin menceritakan bagaimana awal perjuanganku untukmu. Seingatku, tak perlu waktu banyak untuk kita bisa dekat. Mungkin salahku yang terlalu mudah menerimamu. Sehingga aku belum bisa banyak belajar mengenalmu lebih jauh. Percayalah, sedari awal kita bertemu aku telah memperhatikanmu. Tapi saat itu kau masih bersama seseorang :) Membantuku, menemaniku, menjadi semangatku dan mengajariku membaca Al-Quran kembali. Itu permintaanmu kepadaku. Kita sama-sama saling mengingatkan pintaku. Masih ingatkah kamu? Diawal Oktober, d...