Langsung ke konten utama

Postingan

Untukmu yang pernah memenuhi relungku

Kalau mengingat masa ketika kau dan aku masih menjadi kita, rasanya unik ya? Berawal dari perkenalan yang ‘terpaksa’, kebetulan kepindahanku di kota ini Tuhan menempatkanku bersebelahan dengan rumahmu. Tahun pertama dan kedua kita sama sekali tidak menunjukkan hal lebih dari sekedar tetangga. Bertemu pun jarang. Kau sibuk dengan duniamu, begitu pun aku. Memasuki Januari tahun ketigaku di kota ini, entah bagaimana kau dan aku mulai intens ‘chat-chatan’ yang tadinya hanya sekedar basa-basi sampai ke arah gombalan andalanmu. Yang tadinya kita hanya berpapasan di gang rumah, berganti menjadi hang out bareng dan itu sering. Bukankah cinta itu berawal dari sebuah pertemanan? Sesingkat itu kita terbentuk. Bermodalkan visi dan misi yang sama, kita menjalani hubungan yang lebih dari sekedar teman.  Cinta itu harusnya bahagia, bila tidak bahagia mungkin salah pilih Cukuplah setahun kau dan aku menjadi kita. Cukup banyak rasa yang kudapat bukanlah bahagia. C...

Kau akan tetap menjadi malaikatku :)

18 November 2015 Tak terasa sudah hampir satu tahun ini aku berhubungan dengan si malaikatku itu. Di post yang berjudul “Tiba-tiba ada sesosok malaikat. Ah, Malaikat?” aku sudah menceritakan bagaimana pertemuanku dengannya. Iya memang sesingkat itu :) Ada suatu waktu saat itu aku membuka-buka folder laptopku. Aku menemukan rekaman kita. Dibuat pada tanggal 23 Desember 2013. Didalam rekaman itu kita menyanyikan lagunya Still Virgin-Dear Ndut. Aku lupa kalau kita pernah duduk dan bernyanyi bersama. Aku ingat kalau dulu aku suka iseng merekam diam-diam. Dan rekaman itu membuatku seakan tak percaya kalau saat ini kita bersama :) terkadang hidup semisterius ini ya ;) Banyak hal yang telah terjadi. Malam ini aku membuka-buka file-file lawas dan mengingatkan alasanku bertahan sampai sejauh ini denganmu. Sebelumnya telah aku jelaskan di post “Tentang Pasangan dan Bola di Malam Minggu” Intinya kalau aku tak ingin memaksakan prinsipku sendiri. Bagiku, kau memang malaikat. Kau baik....

Keluargaku dulu :) Kilas balik "L"

2 November 2015 Tak terasa aku telah mencapai usia yang sudah bukan usia anak-anak lagi. Sebentar lagi aku akan memasuki masa dimana bukan lagi mengurusi hal-hal yang telah terlewat. Mulai dari ini aku ingin melepaskan semua perasaan yang masih terganjal. Beban yang sebelumnya belum pernah aku bagi pada siapapun. Sekitar bulan Oktober 2010. Siang itu tepatnya hari Jumat sekitar jam 12 siang. Ibuku memanggil dari arah kamar tidurnya. Aku datang. Dia kemudian memintaku untuk membuka hp Ayahku. Setelah aku buka kemudian aku tinggalkan dia tanpa ada rasa curiga sedikit pun. Beberapa menit kemudian kembali Ibu memanggilku tapi kali ini dengan nada yang tak bisa aku artikan. “Yul, coba lihat ini. Bapakmu selingkuh sama Katarina. Pantas selama ini hp selalu dibawa kemana-mana. Ke kamar mandi pun dibawa, takut kalau ketahuan sama Ibu” (tentunya dengan nada yang semakin meninggi dan diiringi mata ibuku yang mulai berkaca-kaca) | (Aku saat itu masih duduk dikelas 1 SMA, sebag...

Sumpah Pemuda ?

28 Oktober 2015 Ini adalah hari dimana para pemuda dulu pada tahun 1945 mengikrarkan Sumpah Pemuda. Mengikrarkan semangat tanda merdeka. Terlepas daripada itu, hari ini aku mengikrarkan kemerdekaanku sendiri. Memang tak akan ada kebaikan didalam sebuah kepura-puraan. Berpura-pura menjadi orang lain, berpura-pura baik, berpura-pura bahagia, bukan seperti itu caranya. Bukankah seharusnya bahagia itu ketika menjadi diri kita sendiri? Kita nyaman dengan diri sendiri dan orang lain pun begitu. Memang tak semua didalam diri ini baik. Ada beberapa hal-hal buruk yang seharusnya dihilangkan. Tapi seiring berjalannya waktu, keburukan itu akan hilang perlahan. Cukup sabar dan memahami saja. Bukan kah itu yang disebut merdeka? Merdeka bukan mereka yang selalu bisa bahagia namun berada di bawah tekanan pihak lain. Seperti beberapa negara di dunia yang kaya raya namun sebenarnya itu adalah milik pihak lain. Merdeka adalah keadaan tanpa tekanan, bahagia dengan apa yang dimiliki ...

Bisa kita akhiri kepura-puraan ini? Sekarang?

Ketika kita mulai berbeda. Ketika semua tak lagi sama. Ketika ada orang lain yang datang dan pergi. Ketika masalah sering muncul dan tenggelam dan ketika lebih nyaman bila sendiri Yang dulu merasa bahwa kita sama, kini perbedaan memberi batas yang tampak jelas. Yang dulu kita beranggapan bahwa kau dan aku adalah kepingan puzzle yang terpisah kini mulai tampak ada paksaan. Yang dulunya selalu ingin tertawa bersama, kini mulai mencari tawanya sendiri. Dulu kamu adalah hal indah yang selalu bisa membuatku tersenyum. Tawa dan binar tak bisa lepas saat aku bersamamu. Namun kini, bulir bulir airmata saja yang sering aku dapatkan ketika aku beradu denganmu. Kadang aku memilih mengatakan “lupakan” ketika kita sedang beradu tentang apapun. Tapi sebenarnya itu menyisakan kesedihan di sudut hati. Aku menyayangimu.... Aku mulai tak nyaman dengan kita yang sekarang. Terlintas untuk mengakhiri adanya kita. Terlintas untuk pergi dan memilih melupakan semua yang pernah terjadi. Mengang...

Maaf diri, hanya ini kado ku ditahun ini

Selamat Ulang Tahun Yul :) Tak terasa sudah banyak hal yang terlewati ya. Masih semangat kan? Jangan putus asa ya. Tetap ingat kalau kesedihan dan kebahagiaan itu datang bersamaan. Jadi, kau harus tetap prcaya kalau Tuhan tidak tidur Walaupun sekarang masih sering bersedih, tahan yaa. Mungkin ini cara Tuhan mengasihimu dan mengajarimu bahwa senyumanmu itu sangat mahal harganya Sekali lagi selamat menyandang angka 21 :) Terima kasih diri, karna selama ini sudah menjaga agar tak tergores fisikmu. Terima kasih karna selama beberapa bulan ini sudah mau meemberi makanan bergizi yang dulu tak kau sukai. Terima kasih karna sudah berusaha segenap hati untuk membahagiakan dirimu sendiri walau kadang banyak hal diluar kuasamu yang mengecewakan Sungguh masih banyak mimpi yang belum teraih. Masih banyak cita yang masih berbentuk asa. Tenang, jangan takut. Kita bareng kok. Kamu gak sendiri.  Disaat tak ada yang bisa dipercaya, yakinlah kalau dirimu sendiri ma...